Puisi Cinta Monyet
Ceritaku tak jauh beda dengan remaja lainnya
Galau,
Menghadang saat malam menjelang
Gengsian,
Tak ingin memulai percakapan sebelum dia yang memulai
Tapi saat BB yang dari tadi di genggam tak kunjung berdering
Pikiran melayang mencoba menangkap sosoknya
Senyum malu-malu saat bertemu di lorong sekolah
Aku jadi salah tingkah
Hei, barusan dia menyebut namaku
Ku jawab salamnya
Tanpa sadar aku menggaruk-garuk kepala yang sama sekali tak gatal
Getaran yang kurasa ketika bertemu mata
Ya, ini cinta
Mmmm, ini terlalu mudah
Tidak, aku belum ingin rasa ini
Saat ku tanya apa yang terjadi
Dia hanya tertwa kecil
Begitu juga dirimu
Aku pun tak tau
Biarlah ini menjadi kenangan tak terlupakan
Saat-saat indah di masa SMA ku
Dan diary merah bergambar hati
Yang menjadi saksi perjalanan cinta